Senin, 13 Juli 2015

Tumis Buncis


Hari ini masak yang sederhana saja untuk buka puasa. Tumis buncis. Nggak ada yang special, sama seperti kebanyakan buat tumis lainnya. Buncis lagi murah di pasar Rp 3000 setengah kilo gram. Ya udah langsung beli. Masuk deh dalam kantong belanjaan. Dan merupakan belanjaan yang tidak tertulis dalam daftar. Kalau belanja memang suka seperti itu. Suka ada aja barang yang tak terduka akhirnya ikut masuk kantong. Tapi, nggak ada salahnya beli buncis, karena banyak khasiatnya juga lho.

Buncis berasal dari bahasa Belanda boonjtes. Merupakan sejenis polong-polongan yang dapat dimakan. Buah, biji dan daunnya dimanfaatkan orang sebagai sayuran. Sayuran ini kaya dengan kandungan protein. Buncis berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Buncis memiliki manfaat menurunkan tekanan darah serta mengawal metabolisme gula dalam darah dan baik dimakan oleh mereka yang memiliki penyakit diabetes atau hipertensi. Kandungan serat dan enzim yang tinggi dapat membantu menurunkan berat badan. (Bagi yang memiliki masalah berat badan seperti saya, yuk mulai biasakan konsumsi buncis.. hihihi). wikipedia

Yuk, bikin...


Tumis Buncis
by. Rismayanti Megawati

Bahan:
500 gram buncis, iris serong tipis-tipis
2 buah cabe merah, iris serong
2 buah siung bawang putih, memarkan, kupas, iris halus
3 batang daun bawang, iris
1 sdt garam
1 1/2 sdt kaldu bubuk
1/2 sdt gula pasir
1/2 sdt merica bubuk
2 lembar daun salam
1 batang serai memarkan
1 buah tomat potong
3 sdm minyak untuk menumis

Cara membuat:
  1. Panaskan minyak. Tumis bawang putih hingga layu. Masukkan daun salam, dan serai. tumis hingga harum.
  2. Masukkan buncis, tomat  dan cabe merah, tumis hingga layu. Beri garam, merica, kaldu, dan gula pasir. Aduk rata. Cicipi. (Sesuaikan dengan selera)
  3. Masak hingga matang. Sebelum diangkat beri daun bawang. Aduk rata. Angkat dan sajikan.
Selamat menikmati *-*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar