Selasa, 25 Agustus 2015

Dim Sum Udang (Shrimp Dim Sum/Dianxin/Dumpling)


Dim sum atau dianxin merupakan istilah dari bahasa Kantonis yang artinya, makanan kecil. Biasanya dim sum dimakan sebagai sarapan atau brunch. Namun, nama dim sum lebih populer di dunia dibandingkan dengan dianxin. Dim sum terdiri dari berbagai macam penganan kecil yang biasanya dimakan sebagai teman minum teh. Orang Kanton sendiri sangat mementingkan acara minum teh yang disebut dengan yamcha. wikipedia

Dim Sum Udang (Shrimp Dim Sum/Dianxin/Dumpling)
Source. Justtryandtaste, Maangchi
Modif. Rismayanti Megawati

Bahan Kulit Dim Sum/Dumpling:
200 gram tepung hakkau
1 sdt garam
250 gram air mendidih

Bahan Isi:
250 gram udang
7 buah jamur kancing
4 lembar daun bawang
1 butir putih telur
1 sdm terigu
1/2 sdt garam
1/2 sdt kecap asin
1/4 sdt pala bubuk
1/2 sdt jahe bubuk
1/2 sdt bawang putih bubuk

Cara membuat kulit:

Siapkan wadah berukuran sedang. Masukkan tepung hakkau dan garam, aduk hingga rata. 



Secara perlahan tuangkan air panas sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung sambil diaduk menggunakan sendok kayu. Biarkan hangat. 


Kemudian dengan tangan uleni hingga adonan menyatu. 




Pindahkan adonan ke atas meja bertabur sedikit tepung. Bagian adonan menjadi dua bagian, bulat lonjongkan. Bagi adonan menjadi 16 bagian atau sesuai selera besar kecilnya dim sum/dumpling. Bulatkan. 


Gilas adonan dengan rollin pin hingga tipis. Lakukan hingga habis. Setelah selesai tutup adonan dengan menggunakan plastik wrap atau lap lembab.

Cara membuat Isi:


Bersihkan udang, dengan cara membuang kulit dan kepalanya, serta bagian hitam dalam badan udang. Bersihkan dengan air. Beri udang sedikit garam dam biarkan beberapa menit hingga meresap. Cuci kembali dengan air sampai airnya terlihat bening. Saring udang dan tiriskan hingga udang kering/sedikit air.  Apabila sudah kering, potong udah sesuai selera. Saya memotongnya menjadi dua. Potong jamur dan daun bawang menjadi potongan yang kecil-kecil. 


Siapkan mangkuk. Masukkan udang, daun bawang dan bahan isi lainnya. Aduk rata.


Ambil selembar kulit dim sum/dumpling, beri isi. Lipat dari arah kanan atau kiri kulit, hingga menyerupai seperti rajutan kecil, rekatkan ujungnya dengan tangan. Lakukan hingga habis.

Siapkan kukusan yang sudah diberi alas kol atau plastik wrap. Susun dim sum/dumpling di atasnya, kalau bisa jangan sampai menempel, karena kulit dim sum/dumpling akan saling menempel. Kukus dengan menggunakan api sedang kurang lebih 35-40 menit hingga matang.


Angkat dan sajikan bersama saus.

Selamat mencoba *-*

Jumat, 21 Agustus 2015

Monkey Bread


Monkey Bread, disebut juga dengan monkey puzzle bread, sticky bread, African coffee cake, golden crown, pinch-me cake, pluck-it cake, bubbleloaf dan monkey brains. Monkey bread merupakan roti yang lengket, dan manis. Di Amerika roti ini disajikan untuk sarapan atau sebagai hadiah. Roti ini terdiri dari potongan-potongan roti yang lembut dengan ditaburi kayumanis di atasnya dan sering disajikan di pameran. Asal usul istialah "monkey bread" tidak pasti. Resep monkey bread untuk pertama kali muncul di majalah wanita dan buku masak masyarakat Amerika, di tahun 1950-an, tapi di negara luar Amerika Serikat hidangan ini masih tidak banyak yang mengenalnya. 

Bahan membuat "monkey bread" ini terdiri dari potongan ragi manis (agi beku), yang dipanggang dalam panci kue, kemudian mentega cair, kayu manis, gula, dan pecans cincang. Hidangan ini disajikan panas. "Moneky bread" dapat dinikmati menggunakan tangan. Tinggal ambil tiap bulatan-bulatannya.

Saya pertama mendengar monkey bread ini, saya kira bentuknya seperti monyet, atau ada pisang yang sering dikaitkan makanan monyet. Ternyata saya salah... Ini yang pertama saya membuat "monkey bread" ini, meski bahannya tidak original, alhamdulillah banyak yang suka. Asyik memakan "monkey bread" ini, kita tinggal ambil tiap bulatan-bulatan atau di potong juga tidak masalah. Seru kayaknya dimakan bersama teman-teman, kita bisa saling rebutan memakan setiap potongannya...

Gimana kalau coba bikin, hidangkan di saat semua keluarga kumpul..
Ayoo mulaii..


Monkey Bread
Source. Justtryandtaste, dailydelicious
Modif. Rismayanti Megawati

Bahan:
300 gram terigu protein tinggi
15 gram susu bubuk
1 sdt ragi instan
4 sdm gula pasir
1 bungkus vanili bubuk
2 butir kuning telur

250 ml air hangat
2 sdm mentega/margarin cair
1/4 sdt garam

Pelapis:
3 sdm gula pasir/gula merah
2 sdm almond bubuk
1 sdt bubuk kayu manis
2 butir putih telur
50 gram margarin/mentega leleh

Cara membuat:
  1. Siapkan wadah ukuran besar. Masukkan terigu, susu bubuk, ragi instan, gula pasir, vanili dan kuning telur. Aduk hingga rata.
  2. Tambahkan campuran air hangat, mentega/margarin cair dan garam, uleni adonan hingga kalis kurang lebih 15 menit. Kalau adonan lengket, beri tangan sedikit terigu, jangan memberi adonan langsung terigu yang banyak.
  3. Diamkan adonan dengan ditutup plastik wrap dan serbet kurang lebih 1 jam atau sampai adonan mengembang dua kali lipat. 
  4. Pindahkan adonan ke atas meja yang sudah bertabur terigu tipis saja. Bulatkan. Potong adonan menjadi empat bagian dan potong lagi menjadi potongan terkecil/potongan yang diinginkan. Bulatkan adonan, menjadi bulatan kecil. Diamkan 5 menit.




  5. Celupkan adonan ke dalam mentega/margarin cair. Gulingkan ke atas campuran gula pasir/gula merah, almond bubuk dan kayu manis. Dan balut lagi dengan kocokan telur. Simpan dalam loyang bulat ukuran 18 cm yang sudah dioles margarin secara tipis. Lakukan hingga habis.




  6. Diamkan adonan 15 menit.
  7. Panggang dengan api 170'C hingga matang. Angkat. Diamkan 5 menit. Kemudian balikkan roti ke dalam piring saji. Monkey bread siap dinikmati.
Selamat mencoba dan menikmati *-*

Senin, 17 Agustus 2015

Es Cendol Merah Putih


Melihat anak-anak PASKIBRA di layar televisi, memutar kembali kenangan saya sewaktu dulu bergabung menjadi Paskibra. Bagaimana perjuangan mereka berlatih setiap hari, tidak peduli teriknya sinar matahari melumat kulit mereka, mereka tetap semangat berlatih, demi memberikan yang terbaik untuk Indonesia di Hari Ulang Tahun Kemerdekaannya. Itu juga yang saya alami. 

Waktu itu ketika pelantikan saya ingat, kami diberi jatah makanan sepiring penuh dengan lauk seadanya dan minum hanya setengah gelas belimbing serta diberi waktu yang singkat untuk menghabiskan hidangan kami. 10 menit. Jika ada yang tersisa, kami diberikan hadiah dari akang dan teteh, yaitu bending. Ketika latihan siang hari, haus sungguh mengganggu saya, teman-teman saya juga pasti merasakannya. Saya mencoba meminta ijin akang dan teteh untuk ke kamar mandi. Apa yang saya lakukan? Bukan untuk buang air kecil, tapi untuk meneguk segayung kecil air bak mandi yang entah berapa banyak kuman dan bakteri berkumpul di sana. Saya sungguh tidak peduli yang penting haus saya dapat terobati. Esoknya, hari yang ditunggu datang, pelantikkan calon PASKIBRAKA. Sebelum menuju lapangan, kami dikumpulkan dalam ruangan. Mata kami harus terpejam. Kaki melangkah mengikuti instruksi dari akang. Di ruangan itu kami disuruh untuk merenung, merenungkan selama 3 hari dilatih, dan merenungkan segalanya. Saya mendengar banyak teman-teman yang terisak. Saya pun ikut terisak, tapi karena hal lain. Kepala saya sakit sekali, badan seperti ditusuk jarum dari segala arah dan kaki serasa mati rasa. Akhirnya, pelantikan saya berakhir di ruang kesehatan. Setelah selesai upacara pelantikan, baru saya sadar bukan hanya saya yang terbaring tidak berdaya di atas meja belajar sekolah. Beberapa teman saya pun ikut terbaring. Ternyata mereka melakukan hal yang sama dengan saya, yaitu meminum air di bak mandi. 

Sekarang untuk memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, selain dengan mengikuti upacara bendera, meski itu hanya lewat televisi. Saya membuat minuman tradisional Indonesia, simpel tapi segar. Es cendol merah putih. Hehehe.

Es Cendol Merah Putih

Bahan:
100 gram tepung beras
35 gram tepung sagu
1 sdm agar-agar plain
1/2 sdt garam
750 ml air
pewarna merah

Kinca/Air gula:
3 gandu/350 gram gula merah
1/2 sdt garam
1 lembar daun pandan simpulkan
300 ml air
- > masukkan semua bahan menjadi satu, Masak hingga gula larut.

Pelengkap:
Buah nangka potong-potong kecil
Es batu/es serut
Santan

Cara membuat:
  1. Masukkan semua bahan kecuali pewarna ke dalam panci berukuran sedang. Aduk rata semua bahan. Bagi menjadi dua. Satu adonan ditambahkan warna merah dan satu adonan lagi biarkan putih.

  2. Masak dengan api sedang cenderung kecil sambil terus diaduk hingga mengental. Angkat. Biarkan sekitar 5 menit.

  3. Masukkan ke dalam kantong segitiga. Ikat dan gunting ujungnya.
  4. Siapkan baskom berisi air es. Tekan kantong segitiga berisi adonan hingga adonan keluar dan jatuh ke dalam air es. Kalau bisa lakukan agak jauh antara adonan dengan air es. Lakukan hingga habis.


  5. Tata dalam gelas cendol putih, cendol merah, nangka, es batu/es serut, gula dan santan.
  6. Es cendol merah putih siap dinikmati
Selamat mencoba dan menikmati *-*

SELAMAT HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA ke-70

HUT Republik Indonesia ke-70

Bendera Indonesia (Google-image)
Indonesia adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang dilintasi oleh khatulistiwa dan berada di antara  benua Asia dan Australia, serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau, dengan populasi lebih dari 237.000.000 jiwa pada tahun 2010. Indonesia adalah negara dengan penduduk terbesar keempat, dan negara dengan penduduk muslim terbanyak. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah Republik. Dengan ibu kota Jakarta.

Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lain. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7. yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia pada saat itu bernama Hindia Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapatkan banyak hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.

Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa dan agama. Berdasarkan rumpun bangsa (ras), Indonesia terdiri atas bangsa asli pribumi yakni Mongoloid Selatan/Austronesia dan Melanesia di mana bangsa Austronesia yang terbesar jumlahnya dan lebih banyak mendiami Indonesia bagian barat. Secara lebih spesifik, suku bangsa Jawa adalah suku bangsa terbesar dengan populasi 41,7% dari seluruh penduduk Indonesia. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka Tunggal Ika" yaitu Berbeda-beda namun tetap satu, yang berarti keberagaman yang membentuk negara ini. Selain memiliki populasi padat dan luas, Indonesia memiliki alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

Indonesia juga merupakan anggota PBB dan satu-satunya anggota yang pernah dari PBB, yaitu pada tanggal 7 Januari 1965, dan bergabung kembali pada tanggal 28 September 1966 dan Indonesia tetap dinyatakan sebagai anggota yang ke-60. Keanggotaan yang sama sejak bergabungnya Indonesia pada tanggal 28 september 1950. Selain PBB, Indonesia merupakan anggota ASEAN, KAA, APEC, OKI, G-20 dan akan menjadi anggota dari OECD.
Wikipedia

Negara Kesatuan Republik Indonesia (Google-Image)

Minggu, 16 Agustus 2015

Cooking Mama Chcocolate Cornets


Cooking Mama (Kukkingu Mama) adalah sebuah permainan memasak yang ada dalam Nitendo dan IOS, dikembangkan oleh Office Create and published by Taito, Majesco, dan 505 Games. 
Cooking Mama Google-Image

Cooking Mama Gogle-Image

Dalam cooking mama setiap pemain bertugas memasak berbagai makanan menggunakan perangkat layar sentuh. Dengan mengikuti petunjuk dari tituler "Mama", para pemain dengan jari mereka harus melakukan tugas-tugas yang berbeda, termasuk memotong sayuran, mengiris daging, membalik makanan di panci dan menata makanan di piring. Masing-masing tugas dilakukan dengan menyelesaikan "mini-game" yang biasanya berlangsung kurang dari 10 detik. Struktur gameplay ini terdiri dari pemain maju melalui serangkaian permainan singkat. Permainan ini memiliki total 96 masakan yang berbeda. Jika pemain membuat kesalah serius atau waktu berakhir tanpa kemajuan yang cukup berarti, maka pemain dianggap gagal melakukan tugasnya. Ketika ini terjadi, grafis marah dari "Mama" dengan api meletus dari matanya ditampilkan. Wikipedia

Saya disini membuat adonan roti yang biasa dengan diisi vla chocolate, sedangkan isinya saya melihat dari resep Rosanna Pansino. Terimakasih untuk inspirasi dari Rosanna Pansino, dia sunggung kreatif dari sebuah hidangan virtual menjadi hidangan yang bisa kita coba dan nikmati.

Yuk, kita bikin

Cooking Mama Chocolate Cornets
by. Rosanna Pansino
Modif. Rismayanti Megawai

Bahan Roti:
2 cup terigu berprotein tinggi
1 cup tepung komachi
1 sdm ragi instans
3 sdm mentega/margarin
4 sdm gula pasir
300 ml susu cair
15 gram susu bubuk
1 butir telur ukuran besar
Sedikit garam
Cetakan horn/aluminium foil

Filling:
2 butir kuning telur
350 ml susu cair
3 sdm cokelat bubuk
5 sdm gula pasir
15 gram susu bubuk
2 sdm terigu
3 sdm maizena

Cara membuat:
  1. Panaskan susu cair dengan api kecil, jangan sampai mendidih. apabila dipinggir panci sudah terdapat buih, matikan. Masukkan mentega/margain dan garam, aduk rata hingga mentegga/margain dan garam larut. Biarkan hingga hangat.
  2. Sediakan wadah berukuran sedang. Masukkan terigu, tepung komachi, ragi instans, gula pasir dan susu bubuk, aduk hingga rata. 
  3. Tambahkan telur dan tuang sedikit demi sedikit ke dalam campuran terigu sambil diaduk dengan whisk atau sendok kayu sampai semuanya tercampur rata. Adonan agak sedikit lengket tapi tidak mengapa.
  4. Beri tangan sedikit tepung terigu uleni adonan hingga kalis.



  5. Diamkan/istrirahatkan adonan kurang lebih 60 menit atau sampai adonan mengembang dua kali lipat. 
  6. Tuang adonan di atas meja kerja yang sudah diberi sedikit tepung. 

  7. Bagi menjadi dua bagian sama besar. Kemudian bagi lagi menjadi dua lagi, sampai menghasilkan ukuran yang diinginkan.

  8. Siapkan cetakan horn/aluminium foil yang sudah diberi olesan margarin/mentega yang tipis. Sisihkan. 

  9. Pilin adonan tadi hingga memanjang. Roll pada cetakan horn/aluminium foil lakukan hingga adonan habis. Diamkan 15 menit. Oles atas roti dengan susu cair.



     
  10. Panggang dengan api 180'C hingga matang. Angkat dan oles atas roti dengan margarin.
  11. Diamkan hingga hangat. Cabut cetakan horn/aluminium foil dari dalam roti. Sisihkan
  12. Filling. Campurkan semua bahan, aduk hingga semua bahan tercampur rata. Saring ke dalam panci. Masak di atas api kecil, aduk hingga adonan kental dan matang. Biarkan hangat.




  13. Masukkan adonan filling dalam piping bag. Potong ujungnya. Isi roti hingga penuh. 
  14. Roti siap dinikmati dengan segelas susu hangat.
Selamat mencoba dan menikmati *-*