Senin, 17 Agustus 2015

Es Cendol Merah Putih


Melihat anak-anak PASKIBRA di layar televisi, memutar kembali kenangan saya sewaktu dulu bergabung menjadi Paskibra. Bagaimana perjuangan mereka berlatih setiap hari, tidak peduli teriknya sinar matahari melumat kulit mereka, mereka tetap semangat berlatih, demi memberikan yang terbaik untuk Indonesia di Hari Ulang Tahun Kemerdekaannya. Itu juga yang saya alami. 

Waktu itu ketika pelantikan saya ingat, kami diberi jatah makanan sepiring penuh dengan lauk seadanya dan minum hanya setengah gelas belimbing serta diberi waktu yang singkat untuk menghabiskan hidangan kami. 10 menit. Jika ada yang tersisa, kami diberikan hadiah dari akang dan teteh, yaitu bending. Ketika latihan siang hari, haus sungguh mengganggu saya, teman-teman saya juga pasti merasakannya. Saya mencoba meminta ijin akang dan teteh untuk ke kamar mandi. Apa yang saya lakukan? Bukan untuk buang air kecil, tapi untuk meneguk segayung kecil air bak mandi yang entah berapa banyak kuman dan bakteri berkumpul di sana. Saya sungguh tidak peduli yang penting haus saya dapat terobati. Esoknya, hari yang ditunggu datang, pelantikkan calon PASKIBRAKA. Sebelum menuju lapangan, kami dikumpulkan dalam ruangan. Mata kami harus terpejam. Kaki melangkah mengikuti instruksi dari akang. Di ruangan itu kami disuruh untuk merenung, merenungkan selama 3 hari dilatih, dan merenungkan segalanya. Saya mendengar banyak teman-teman yang terisak. Saya pun ikut terisak, tapi karena hal lain. Kepala saya sakit sekali, badan seperti ditusuk jarum dari segala arah dan kaki serasa mati rasa. Akhirnya, pelantikan saya berakhir di ruang kesehatan. Setelah selesai upacara pelantikan, baru saya sadar bukan hanya saya yang terbaring tidak berdaya di atas meja belajar sekolah. Beberapa teman saya pun ikut terbaring. Ternyata mereka melakukan hal yang sama dengan saya, yaitu meminum air di bak mandi. 

Sekarang untuk memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, selain dengan mengikuti upacara bendera, meski itu hanya lewat televisi. Saya membuat minuman tradisional Indonesia, simpel tapi segar. Es cendol merah putih. Hehehe.

Es Cendol Merah Putih

Bahan:
100 gram tepung beras
35 gram tepung sagu
1 sdm agar-agar plain
1/2 sdt garam
750 ml air
pewarna merah

Kinca/Air gula:
3 gandu/350 gram gula merah
1/2 sdt garam
1 lembar daun pandan simpulkan
300 ml air
- > masukkan semua bahan menjadi satu, Masak hingga gula larut.

Pelengkap:
Buah nangka potong-potong kecil
Es batu/es serut
Santan

Cara membuat:
  1. Masukkan semua bahan kecuali pewarna ke dalam panci berukuran sedang. Aduk rata semua bahan. Bagi menjadi dua. Satu adonan ditambahkan warna merah dan satu adonan lagi biarkan putih.

  2. Masak dengan api sedang cenderung kecil sambil terus diaduk hingga mengental. Angkat. Biarkan sekitar 5 menit.

  3. Masukkan ke dalam kantong segitiga. Ikat dan gunting ujungnya.
  4. Siapkan baskom berisi air es. Tekan kantong segitiga berisi adonan hingga adonan keluar dan jatuh ke dalam air es. Kalau bisa lakukan agak jauh antara adonan dengan air es. Lakukan hingga habis.


  5. Tata dalam gelas cendol putih, cendol merah, nangka, es batu/es serut, gula dan santan.
  6. Es cendol merah putih siap dinikmati
Selamat mencoba dan menikmati *-*

SELAMAT HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA ke-70

Tidak ada komentar:

Posting Komentar