Jumat, 24 Juli 2015

Pempek Ikan Dori

Sehari sebelum lebaran saya pergi ke pasar mencari ikan tenggiri untuk dibuat pempek menyediakan hidangan buat keluarga yang datang. Ikannya dapat. Maklum mata ngantuk, badan lumayan lemes karena nggak enak badan, jadi saya tidak memperhatikan ikannya segar atau tidak. Saya hanya berpikir saya beruntung mendapatkan ikannya di tempat biasa. Setelah nyampe rumah, ikan langsung saya masukkan ke dalam freezer, setelah magrib akan saya oleh. Dan tak di sangka ikannya sudah tidak segar, dagingnya lembek, baunya berbeda, dan dagingnya terlepas dari duri ikannya. Sungguh disayangkan memang, harga ikan tenggiri yang muahal tidak dapat saya buat untuk hidangan besok lebaran. Dengan sangat menyesal saya membuang ikan tenggiri. Itu hasil keteledoran saya..

Akhirnya, empat hari setelah lebaran saya mencoba mencari ikan lagi, ternyata pasar masih belum beroperasi seperti biasa. Para pedagang masih pada mudik ke kampung halaman masing-masing. Besoknya saya putuskan pergi ke swalayan terdekat, sama juga, ikan tenggirinya masih lebaran, yang ada ikan dori dan ikan salmon. Kata yang jaganya bilang, "ikan tenggirinya belum datang. Kan, masih lebaran." (hihihi, iya ya, masih dalam rangka lebaran). Kenapa nggak menggunakan ikan dori saja (kalau pake ikan salmon muahal buanget, ikan dori masih samalah harganya dengan ikan tenggiri), daging ikan dori sama putih terus sudah tidak berduri (fillet) itu lebih memudahkan dalam mengolahnya. Saya ambil beberapa ikan dori fillet, masuk keranjang, bayar dan siap untuk diolah.

Ternyata enak juga pempek menggunakan ikan dori. Ikan dori tidak terlalu bau amis. Pempeknya lembuit di dalam dan garing di luar. Alhamdulillah ibu bisa makan pempeknya dan keluarga pada suka. Pempeknya saya menggunakan resep Teh Ricke Indriani Bunda Nadhifa, hanya ikannya saja yang saya ganti.

Coba bikin yuk..

Pempek Ikan Dori

Bahan:
A
50 gram terigu
200 ml air
2 1/2 sdm garam
2 sdt gula pasir
3 sdm minyak goreng

B
1270 gram daging ikan dori yang sudah dihaluskan bekukan dalam lemari es
3 butir telur kocok lepas

C
1 kg tepung sagu/tapioka (biasanya tidak akan terpakai semuanya. Tepung sagu digunakan sampai adonan dapat dibentuk saja)
Air untuk merebus 

Cara membuat:
  1. Bahan A. Dalam panci campurkan terigu, air, garam, gula pasir kecuali minyak goreng jangan dimasukkan. Aduk rata. Nyalakan kompor masak dengan api kecil sampai adonan menjadi seperti vla, Terakhir masukkan minyak, aduk rata Matikan. Sisihkan. Simpan dalam kulkas kurang lebih 30 menit. Saya menyimpannya semalaman.


  2. Keluarkan bahan B dari freezer. Haluskan menggunakan food prosesor/blender. Masukkan ke dalam wadah besar, tuang kocokan telur aduk rata. Tambahkan bahan A ke dalam bahan B aduk dengan menggunakan sendok kayu sampai tercampur rata.




  3. Beri campuran ikan tadi tepung sagu sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan tangan atau sendok kayu sampai adonan bisa dibentuk.


  4. Bentuk adonan sesuai selera. Masukkan ke dalam panci yang beri air yang banyak yang sudah diberi beberapa sendok makan minyak dan sudah mendidih. Masak hingga matang. Angkat.



Kuah Cuko

Untuk membuat kuah cukonya sesuai selera
800 gram gula merah
1000 ml air
300 gram gula pasir
3 siung bawang putih
20 buah cabe rawit
3 buah asem
Garam secukupnya
2 sdm ebi bila suka

Cara membuat:
  1. Bawang putih, garam, ebi dan cabe rawit ulek hingga halus.
  2. Campurkan semua bahan. Masak sampai matang dan gula larut. Cicipi. 
  3. Kuah cuko siap digunakan
Selamat mencoba semoga berkenan *-*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar